YUK, PELIHARA IKAN KOI DI RUMAH & SEKOLAH
Al-Qur'an Menyebut Tentang Ikan

Beberapa malam yang lalu saya belanja kebutuhan rumah di sebuah toko di bilangan Dam dekat Jembatan Damai. Ini toko langganan yang selalu ingin saya kunjungi untuk belanja. Mengapa? Ada yang unik di toko pracangan ini, yakni sebuah akuarium yang berisi banyak sekali ikan KOI berwarna-warni. Ya, pemilik toko juga menjual ikan-ikan KOI.

Sebenarnya saya sudah pernah membeli dua ekor dulu, dan saat ini keduanya masih sehat di kolam kecil depan rumah. Nah, ayo kita lihat kolam saya:

Ini hiburan favorit saya, memelihara ikan, ikan apa saja. Tapi akhir-akhir ini saya suka KOI. Memang baru empat ekor KOI yang saya punya, dua besar, dua lagi masih kecil. Selain itu ada ikan nila dan sepat.

Saya berusaha memilih KOI jantan dan betina saat membeli, maksudnya agar bisa berkembang biak. Tapi ternyata (menurut penjualnya) sangat sulit membiakkan mereka. Justru yang cepat beranak-pinak adalah nila dan sepat ini.

Kembali ke KOI saya, ternyata merawatnya mudah sekali. Ikan ini tidak mudah stress terutama saat saya membersihkan kolam. Pernah dua kali jatuh dari ketinggian saat berusaha saya pindahkan. Mungkin karena jatuh itu, mulutnya tak lagi bisa menutup, terbuka terus. Kasihannya karena jadi kesulitan makan. Namun, ini saran dari saudara, biarin saja, kelak akan sembuh sendiri, dan ternyata benar, kini sudah sehat kembali.

Saya kumpulkan beberapa informasi seputar ikan KOI. Ini di antaranya:

  1. Ikan Koi adalah jenis ikan mas/karper Cyprinus carpio yang dipelihara untuk menghias rumah, berasal dari Tiongkok dan banyak tersebar di Jepang. Mereka berkerabat dekat dengan ikan mas, dan karena itu banyak orang menyebutnya ikan mas koi.
     

  2. KOI bisa menjadi teman seumur hidup.
    "Takdir" hidup koi sangat panjang. Saya tak begitu yakin umur KOI saya ini, kata penjuanya 6 bulan (sekarang 2 Juni 2013). Katanya di Jepang ada yang sampai berumur 200 tahun dengan panjang tubuh semeter!
     

  3. Koi cocok untuk pendidikan
    Meletakkan ikan-ikan koi di kolam sekolah sangat bagus bagi siswa-siswi belajar tentang makhluk hidup ikan. Begitu banyak anak yang mengamatinya, sang Koi tak peduli.
     

  4. Bentuk tubuhnya indah.
    Koi berenang dengan gemulai, apalagi yang sudah besar. Seperti ikan yang sempurna, menggemaskan dan tak pernah membosankan dipandang. Keistimewaan lain dari koi adalah keelokan yang dipertontonkan tatkala menyembul dan melompat ke atas air. Sungguh sebuah pemandangan yang istimewa bagi mereka yang hobi memeliharanya.
    Di negara asalnya Jepang, ikan koi bisa mencapai panjang maksimum 120 cm. Sedangkan di Indonesia ikan koi baru bisa mencapai panjang maksimum 75 cm.
     

  5. Warna-warninya beragam.
    Koi mempunyai corak warna yang sangat beragam dan setiap pola warna koi sangat berbeda. Seperti dalam foto di atas, Koi besar saya merah polos dan satunya merah-putih.
     

  6. Koi adalah ikan kolam
    Keindahannya hanya terlihat jika dipandang dari atas. Jadi kurang bagus jika dimasukkan dalam akuarium dan dilihat dari samping.
     

  7. Banyak sekali jenisnya
    Di negeri asalnya, Jepang, ikan koi ada 174 jenis. Tapi di Indonesia sudah banyak pengusaha yang membudidaya ikan ini dan kini mencapai 15 jenis yang populer. Seperti kepingan salju, tidak ada 2 koi yang sama persis corak dan polanya, pasti berbeda satu sama lain.




     

  8. Koi cukup murah.
    Pada umumnya. orang beranggapan bahwa koi sebagai ikan hias yang harganya mahal. Tapi jika kita mau memeliharanya mulai dari kecil ikan ini tidak terlalu mahal. Di depot ikan hias dekat rumah, koi kecil cuma Rp 25ribu. Sedangkan yang besar mencapai Rp 300ribu. Hebatnya, harga koi juara kontes dapat menembus ratusan juta rupiah.
     

  9. Koi mudah menyesuaikan diri.
    Koi juga dikenal sebagai ikan yang gampang menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Ikan ini bisa menempati hampir semua kolam/akuarium. Kolam saya cuma berukuran 2 x 1,5 meter dengan kedalaman hanya 30 cm. Kedalaman idela seharusnya 80 sampai 150 cm. Katanya jika kolam telalu dangkal, tubuh koi akan terus-menerus terkena sinar ultraviolet dari sinar matahari. Sinar ini menyebabkan warna tubuh ikan menjadi pucat, dan pertumbuhannya pun bisa terhambat. Tinggi kolam minimal 25cm dari bibir kolam untuk mencegah koi melompat ke daratan.
    Airnya dari kran PDAM (tentunya sudah dinetralkan dengan anti chlorine) dicampur air hujan.
     

  10. Koi mudah menerima makanan.
    Salah satu sebab mengapa koi mudah dipelihara adalah karena koi mudah menerima makanan apa saja. Saya rutin memberi makan butiran pelet, pagi dan sore. Saya beri remah roti, mereka lahap juga.
     

  11. Tidak pemilih terhadap perawatnya.
    Pada umumnya sebuah hobi hanya milik perorangan. Kalau seorang ayah mempunyai kegemaran memelihara burung, mungkin anggota keluarga yang lain tidak bisa ikut menikmati karena memang tidak tahu apa yang menarik dari burung tersebut. Tapi kalo memelihara koi, banyak orang yang bisa menikmati keindahannya. Semoga anak-anak saya terus bisa merawat koi-koi ini.
     

  12. Koi lemah-lembut dan jinak.
    Tidak ada pemimpin dalam kelompok koi, dan tidak ada seekor pejantan kasar yang mengganggu koi betina. Sebagai penghuni lama, koi tidak akan menyiksa koi pendatang baru. Koi sangat lemah-lembut. Bahkan sering dipegang dan dibelai oleh anak saya, mereka menurut saja.




     

  13. Ikan Samurai.
    Koi terkenal sebagai ikan pemberani dan tidak takut terhadap apa pun sampai mereka dibantai. Oleh karenanya, koi di Jepang disebut sebagai ikan samurai.
     

  14. Raja Ikan Hias Air Tawar.
    Koi merupakan ikan hias air tawar terbesar dan merupakan ikan bergengsi. Kepalanya besar dengan dihiasi sepasang kumis. Kumis inilah yang membedakannya dengan ikan mas koki, Carassius auratus.
     

  15. Koi Merupakan Karya Seni Jepang.
    Koi mempunyai sejarah panjang sebagai ikan peliharaan. Ikan ini diimpor ke Jepang dari tempat asalnya di Asia Tengah lewat Cina dan Korea. Kata KOI, menurut penulisan Jepang, memang bisa menimbulkan dua makna berbeda. Makna pertama adalah ikan, sedangkan makna kedua menjadi murni atau sempurna. Dari kedua makna ini, seperti dikutip breederkoi.com, koi bisa diartikan sebagai ikan yang mempunyai garis rapi dan teratur pada sisik di badannya. Artinya, koi merupakan ikan yang benar-benar sangat menguntungkan dan sangat ideal untuk seni.







         Lukisan ikan koi

     

  16. Koi dianggap sebagan pembawa keberuntungan.
    Yang ini saya no-comment, gak percaya.

Nah, dari berbagai fakta dan kemudahan tadi, ayo buat kolam kecil di halaman rumah lalu pelihara ikan koi.


AL-QUR'AN MENYEBUT TENTANG IKAN

Dengan software QuranPlayer dalam MIQAD, saya menemukan 7 ayat dalam Al-Qur'an yang menyebut kata "ikan" (al-huut), yaitu:

  1. Al-A'raaf ayat 163
    "Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik."
     

  2. An-Nahl ayat 14
    "Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur."
     

  3. Al-Kahfi ayat 61 dan 63, di ayat 63 "ikan" disebutkan 2 kali
    61. "Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu."
    63. Muridnya menjawab: "Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali."
     

  4. Ash-Shoffat ayat 142 dan 144
    142. "Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela."
    144. "Niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit."
     

  5. Al-Qolam ayat 48
    48. "Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti orang (Yunus) yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdo'a sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya)."

(Abdul Fatah, S.Pd, diramu dari berbagai sumber)

 

Artikel ini disimpan dalam koleksi materi Quran-Sains di www.mutiararahmah.com.

Kembali ke atas | www.mutiararahmah.com