MEMPERSIAPKAN ANAK

KE SEKOLAH BARU

 

H

ari pertama bersekolah merupakan saat istimewa bagi anak dengan lingkungan baru, ruang kelas yang terasa asing dan orang-orang yang belum dikenalnya. Hal ini sering membuat anak cemas, was-was ditinggal ibu atau pengasuhnya. Bagaimana mengatasinya?

 

SIAP BERSEKOLAH

Kecemasan di hari pertama bersekolah memang wajar. Betapa tidak, karena itu merupakan "hari besar" anak. Status barunya sebagai anak sekolah serta atribut baru seperti baju seragam, menimbulkan kebanggaan tersendiri pada anak. Namun, tak jarang kondisi ini diikuti rasa cemas. karena ditinggal orang tua atau pengasuh di ruangan yang asing, dan dikelilingi oleh orang-orang yang belum dikenalnya. Mungkinkah hari pertama bersekolah menjadi hari menyenangkan, yang bebas dari kecemasan? Berikut ini beberapa saran:

 

A. Hindari janji muluk

Orang tua kerap tergoda untuk menjanjikan hal yang muluk-muluk pada anak. Menceritakan yang baik-baik saja dan menyembunyikan hal yang buruk mengenai kondisi sekolah. Bersikaplah realistis. Hindari bermuluk-muluk. Muluknya janji membuat imajinasi mereka berkembang jauh meninggalkan realitas. Bila ini tak terpenuhi, bisa-bisa mereka berpandangan negatif terhadap sekolah

Cobalah mengatakan hal-hai yang memang akan dialaminya. Tentang segala kegiatan yang menyenangkan. Suasana ribut di kelas. juga kecemasan yang mungkin dialami, bila Anda meninggalkannya "sendiri" di kelas. Katakan bahwa Anda memahami kecemasannya. Dengan merasakan pengertian Anda, kecemasan anak berkurang karena sudah dibagikan pada Anda.

 

B. Belajar menjalani rutinitas

Mulai sekolah berarti juga mulai menjalankan beberapa kegiatan rutin, misalnya bangun, makan, belajar, berangkat dan pulang sekolah pada jam tertentu.

Segeralah menyiapkannya sebelum saat bersekolah tiba. Mulai biasakan ia tidur lebih awal dan bangun lebih pagi, pada jam tertentu. Buat kesepakatan tentang jam menonton TV. Waktu main dan sebagainya. Mulailah menjalani rute ke sekolah beberapa hari sebelumnya. Bila si kecil nantinya berjalan kaki ke sekolah, jalani rute tersebut bersamanya, begitu juga jika ia naik kendaraan ke sekolah.

 

C. Bersiap bersama

Lakukan persiapan bersama si kecil. kalau ia merasa dilibatkan. tentu hal ini menambah rasa bangga pada status barunya sebagai 'anak sekolah'. Ajaklah si kecil saat berbelanja berbagai keperluan sekolah. buat kegiatan ini menjadi kegiatan yang menyenangkan. Biarkan ia memilih sendiri pensil, buku, spidol, tempat makan/minum sesuai seleranya. Ajak juga si kecil saat Anda menempelkan label nama pada berbagai benda miliknya, apakah itu alat tulis, tempat makan/minum dan yang lainnya.

 

D. Malam sebelum 'hari H'

Bersamanya siapkan berbagai keperluan untuk esok hari. Mulai dari baju dan sepatu yang akan dipakai sampai tas dan segala isinya. Rencanakan juga sarapan dan bekal makanan yang akan dibawa anak ke sekolah. Usahakan sarapan dan bekal yang dibawa merupakan menu favorit anak. Dan meski malam tersebut cenderung membuat anak gelisah, usahakan jam tidurnya cukup.

 

E. Perpisahan yang manis

Cemas saat berpisah adalah wajar. Bukankah ia akan memasuki lingkungan yang 'asing'?. Ada kebiasaan yang kerap dilakukan orang tua, yakni rneninggalkan anak dengan diam-diam, saat perhatiannya terpusat pada hal lain, hendaknya Anda tak rnelakukan ini. Jika orang tua menghilang diam-diam, anak belajar untuk tidak meinpercayai orang tuanya. Hal ini akan makin memperumit situasi.

Jika Anda harus pergi, tetaplah tegar untuk rnemandang wajah si kecil, dan mengatakan bahwa Anda harus meninggalkannya. katakan, "Ibu tahu kamu sedih ditinggal, tapi ibu mesti kerja".

Kadang-kadang, membuat semacam 'upacara kecil' cukup membantu. Misalnya, sebelum pergi Anda memeluknya erat-erat, menciumnya, lalu mengatakan, "Nanti ibu jemput, ibu sayang kamu". Dan jangan lupa, tepati janji untuk menjemputnya.

 

F. Mengakrabkan pada lingkungan

Bila nyatanya anak masih juga menangis saat ditinggal, tak usah kesal. la masih begitu terikat pada Anda, masih memerlukan kehadiran Anda. Periode 'menangis saat ditinggal' ini umumnya berlangsung seminggu atau dua minggu, selama ia masih merasa asing dengan lingkungannya.

Untuk mempersingkat waktu ini, bantulah ia untuk segera akrab dengan lingkungan barunya. Dorong untuk berkenalan dengan teman sekelasnya, bermain dengan mereka. Ajak anak mencontoh sikap temannya yang tergolong 'berani', tak menangis saat ditinggal. Ingatkan juga bahwa walau Anda tak ada, ada guru yang siap menolongnya.

 

Mempersiapkan anak bersekolah dihari-hari pertama memang tidak semudah teori yang diterangkan tetapi beberapa saran di atas kiranya dapat membantu kita untuk menyiapkan buah hati kita memasuki fase bersekolah yang lebih manis. InsyaAllah.

 

   

 

Artikel ini disimpan dalam koleksi materi Parenting di
Sekolah Islam Terpadu Mutiara Rahmah Balikpapan

www.mutiararahmah.com