Lindungi Anak Kita dari Pornografi

 

 

Beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua untuk melindungi anak-anak dari bahaya pornografi

 

1.      Jalin komunikasi dua arah yang baik antara orangtua dan anak, dengarkan pendapat-pendapat mereka.

2.      Anak adalah pribadi yang berbeda, jadi jangan paksakan keinginan orangtua terhadap anaknya.

3.      Selalu sediakan waktu khusus untuk anak, sesekali ikuti kegiatan yang menjadi hobi mereka.

4.      Berkumpul dengan anggota keluarga dapat mendekatkan satu sama lain.

5.      Jangan menjadi orangtua yang gaptek alias gagap teknologi, ikuti terus perkembangan yang terjadi pada anak-anak.

6.      Pendidikan Agama sejak usia dini dapat membentengi anak dari pengaruh negatif.

7.      Orangtua adalah contoh bagi anaknya segala prilaku,  dilihat dan didengar anak dan mereka   akan menirunya.

 

Cara Menghindari Bahaya Internet

 

Berbagai bahaya di Internet dan masalah kecanduan Internet bukan tidak dapat diatasi. Dengan mengetahui dampak negatif dari Internet, sebagai orang-tua Anda dapat melindungi buah hati Anda dengan melakukan hal-hal berikut:

 

  1. Orang tua perlu memiliki pengetahuan tentang Internet.  Jangan mengganggap diri terlau tua atau terlalu bodoh untuk mempelajari Internet. Istilah lainnya, jangan gaptek (gagap teknologi). Seorang anak dapat saja dengan sengaja membiarkan atau membuat orang tua tidak memahami teknologi sehingga orang-tua berpikir tidak ada dampak negatif dari Internet.

  2. Letakkan komputer di tempat yang mudah dilihat. Kadang orang-tua merasa bangga dengan dapat meletakkan dalam kamar anak mereka sebuah komputer yang terhubung Internet. Hal ini sebenarnya akan membahayakan anak Anda karena mereka dapat leluasa mengakses situs-situs yang tidak baik tanpa diketahui orang-tua. Sebaliknya, dengan meletakkan di tempat terbuka, misalnya di ruang keluarga, Anda dapat memantau situs apa saja yang dibuka anak.

  3. Bantu agar anak dapat membuat keputusan sendiri. Karena Anda tidak dapat mengawasi anak Anda 24 jam, biasakan anak Anda untuk mengambil keputusan mulai dari hal-hal yang kecil. Misalnya, memutuskan untuk menggunakan pakaian yang mana atau tanyakan pendapat dan sudut pandang anak. Sehingga saat Anda tidak ada atau saat muncul situs porno mereka dapat mengambil tindakan yang tepat. Tanamkan pula rasa takut akan Tuhan, sehingga walau Anda tidak ada, tetapi dia tahu bahwa Tuhan memperhatikan dan melihat apa yang dilakukannya.

  4. Batasi penggunaan Internet. Jangan biarkan anak anak terlalu asyik di dunia maya. Tetapkan berapa lama Internet boleh digunakan dan situs apa saja yang boleh diakses. Jelaskan juga mengapa Anda melakukan hal ini dan bantu anak untuk memahami keputusan ini.

  5. Jaga komunikasi yang baik dengan anak. Luangkan waktu untuk bercanda dengan anak dan berkomunikasi dengan terbuka. Komunikasi yang baik dan keakraban dengan anak akan memudahkan Anda untuk menanamkan nilai-nilai moral. Anda dapat menjelaskan kepada anak Anda apa saja bahaya dari penggunaan Internet agar mereka tidak mudah terkecoh.

 Tentu saja data-data di atas tersebut sangat mencengangkan mengingat pornografi memiliki dampak yang sangat merusak bagi anak, di antaranya dapat mengakibatkan aktivitas seksual yang muncul terlalu dini karena keinginan meniru apa yang mereka lihat, terjadinya penyimpangan, pelecehan, dan kekerasan seksual, dapat merusak kepribadian anak, serta munculnya banyak kasus kehamilan di usia muda.

 

Untuk mencegah hal ini, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orangtua, antara lain:

  1. Bina komunikasi terbuka pada anak, dengan cara ini diharapkan anak akan selalu bercerita pada Anda apa saja yang dialami serta ditemuinya untuk didiskusikan bersama.

  2. Letakkan komputer di ruang keluarga, agar Anda dapat mengontrol anak saat ia menggunakannya. Jika perlu temani anak saat sedang berselancar di dunia maya.

  3. Tetapkan aturan bersama dalam membuka internet. Misalnya dalam seminggu hanya diperbolehkan setengah sampai satu jam, sesuai dengan usia dan kebutuhannya.

  4. Ajarkan anak untuk tidak mengobral informasi mengenai dirinya, mengirimkan foto diri atau curhat berlebihan di situs-situs pertemanan. Hal ini untuk mencegah dirinya menjadi korban predator online, atau pemanfaatan anak oleh orang dewasa di dunia maya untuk berbagai kepentingan. Misalnya memaksa anak melakukan virtual seks dan sebagainya.

  5. Ajarkan anak untuk tidak begitu saja percaya pada orang asing yang ditemuinya di dunia maya, atau minta mereka hanya berteman dengan orang-orang yang mereka kenal saja.

  6. Pasang parental control software yang sifatnya tidak memata-matai anak.  Misalnya Online-Family.Norton dari Symantec [kunjungi http://onlinefamily.norton.com], atau parental control buatan negeri sendiri yang dapat diakses di http://nawala.org.

  7. Ajarkan anak untuk tidak berbagi password, walaupun dengan teman sendiri, kecuali Anda. Hal ini dapat disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

  8. Hilangkan program pop-up Anda di internet dengan menggunakan pop-up blocker. Program pop-up ini yang terkadang memunculkan situs-situs porno dengan tiba-tiba tanpa diminta.

  9. Sebaiknya orangtua juga menghindarkan diri dari membuka situs-situs porno, karena sekali membuka situs-situs ini maka situs-situs ini akan dengan mudah muncul lewat pop-up, atau history-nya mudah diakses oleh anak-anak.

 

Artikel ini disimpan dalam koleksi materi Parenting di
Sekolah Islam Terpadu Mutiara Rahmah Balikpapan

www.mutiararahmah.com