BANGGA, SEJAK KECIL SUDAH BERJILBAB

MENGAPA MUSLIMAH HARUS BERJILBAB ?

Wanita adalah hamba yang sangat istimewa. Islam sangat memuliakan posisi wanita , baik itu sebagai anak, sebagai istri, maupun sebagai hamba Allah. Pada saat seorang anak mulai mendapatkan menstruasi, maka saat itu pulalah sang anak menjadi akil baligh, yang artinya sudah terikat dengan segala hukum Allah. Ketika mulai baligh, seorang anak sudah wajib menutup auratnya karena badannya pun mulai terbentuk. Anak perempuan tersebut akan mulai berubah bentuk tubuhnya. Oleh karena itu, dengan mengajarkan dan mengajak mereka menutup aurat, berarti kita telah melindungi anak-anak kita dari bahaya pandangan mata yang tidak baik. Setelah anak-anak perempuan kita tumbuh menjadi seorang gadis, semakin berubahlah bentuk tubuhnya menjadi wanita dewasa. remaja ataupun wanita yang telah dewasa bisa membuat ketertarikan lawan jenis.

Karena itulah Allah memerintahkan para wanita unutk menutup auratnya agar terjaga dari ketertarikan seksual dari lawan jenis. rambut yang tergerai tentu indah dipandang, tubuh yang indah juga enak dipandang, kaki yang jenjang juga sangat menyenangkan untuk dilihat, Ketika semua itu dilihat oleh lawan jenis, maka hal itu akan menimbulkan ketertarikan seksual yang akhirnya bisa membahayan para wanita tersebut. Itulah mengapa Allah memerintahkan wanita unutk menutup aurat dari rambut sampai kaki. Semua itu adalah untuk menjaga kehormatan para wanita.

MENGAPA PERLU BERJILBAB SEJAK KECIL ?

Masa akil baligh pada anak perempuan berlangsung lebih awal, yakni 9-12 tahun. Maka mereka mulai dibebani dengan hukum syara’ (mukallaf). Amal dan dosa mereka dihisab. Agar saat baligh mereka telah siap menjalankan hukum syara’, mereka perlu dilatih dan dibiasakan menjalankannya sedari kecil. Rasulullah SAW bersabda:

“Jika seorang anak telah mampu membedakan tangan kanan dan kirinya maka perintahkanlah ia untuk melakukan shalat.” (HR Thabrani).

Begitu juga beliau SAW bersabda: “Perintahkan anakmu shalat usia 7 tahun, dan bila telah berusia 10 tahun pukullah bila ia mengabaikannya .” (HR Abu Dawud, Tirmidzi dan Daruquthni)

Dari perintah membiasakan anak shalat saat usianya belum menginjak baligh, dapat diambil analogi bagi pembiasaan hukum-hukum syara’ yang lain. Telah masyhur bahwa para shahabat mengajarkan anak-anak mereka berpuasa saat mereka masih kecil, sampai-sampai mereka membuatkan mainan dari wol agar anak-anak bisa bermain sampai tiba waktu berbuka (HR Bukhari –Muslim).

Dari apa yang diperintahkan Rasulullah SAW dan apa yang dilakukan para shahabat, maka pembiasaan bagi anak dalam menjalankan hukum syara’ adalah hal yang harus kita lakukan. Tanpa adanya pembiasaan di awal, dikhawatirkan anak akan merasa berat menjalankan hukum syara’ saat usia mereka masuk baligh. Sementara mereka telah dikenai dosa ketika meninggalkan kewajiban-kewajiban syara’.

Pembiasaan

Wajibnya mengenakan jilbab dan kerudung adalah kewajiban yang sama dengan wajibnya shalat atau puasa. Dengan demikian, melatih anak perempuan mengenakan jilbab dan kerudung juga sama wajibnya dengan melatih anak untuk shalat atau berpuasa. Pembiasaan semenjak dini akan menjadikan anak merasa lebih nyaman dan tidak canggung lagi saat mengenakan jilbab dan kerudung telah menjadi wajib baginya.

Upaya pembiasaan mengenakan jilbab dan kerudung bagi anak-anak dapat dilakukan secara bertahap. Pertama, tentu perlu adanya teladan dari orang tuanya. Anak-anak akan merasa gembira meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya, terutama anak perempuan meniru ibunya. Untuk kenyamanan anak perlu kita pertimbangkan bahan jilbab dan kerudung yang akan dikenakan, misalnya bahan kaos yang dingin dan menyerap keringat.

Upaya pembiasaan ini dapat sangat terbantu dengan menyekolahkan anak di sekolah Islam. Di sekolah-sekolah Islam, sejak TK sudah diwajibkan memakai busana muslimah. Anak akan melihat teladan dari guru-gurunya yang berjilbab dan berperilaku mulia. Anak juga akan termotivasi saat melihat teman-temannya sesama putri memakai jilbab.

Setiap kali membawa anak keluar rumah, orang tua dapat mengajak anak mengenakan kerudungnya. Bila anak tidak mau orang tua tidak perlu memaksa. Begitu pula bila di tengah perjalanan anak kegerahan atau tidak nyaman, dapat kita lepaskan dulu kerudungnya. Inti dari latihan ini adalah membuat anak merasa nyaman, bukan membuatnya merasa bahwa jilbab dan kerudung menyusahkannya.

Pemaksaan orang tua dapat berakibat anak malahan menjadi tidak nyaman dengan jilbab dan kerudungnya sehingga ia cenderung untuk meninggalkannya bila di luar pengawasan orang tua. Bila anak sudah menjelang baligh, kita perlu menyampaikan kepada mereka dalil-dalil wajibnya jilbab dan kerudung sehingga mereka kuat berpegang pada hukum. Bukan melakukan sesuatu yang sifatnya dogma semata. Upaya ini senantiasa kita iringi dengan penanaman akidah yang kokoh pada anak, sehingga yang muncul adalah kesadaran dan bukan keterpaksaan.

Kesulitan yang kita alami dalam proses pembiasaan anak mengenakan jilbab, insya Allah kelak akan berbuah manis di hadapan Rabb kita. Mengajarkan anak mengenakan jilbab, akan menjadi ilmu bermanfaat. Selama anak kita berjilbab, pahalanya akan terus mengalir, sekalipun kita sudah berselimut tanah di dalam kubur.

TIPS AGAR SI KECIL MAU BERJILBAB

Seorang ibu sholihah tentu sangat ingin putri-putrinya sudah mengenal dan mengenakan jilbab sejak kecil. Cara yang menyenangkan akan membuat si kecil dengan senang hati menuruti kemauan anda. Jadi, usahakan dengan trik-trik tertentu, jangan asal suruh ya. Berikut tips agar putri anda mau berjilbab :

1. Berapa sih usia yang pantas untuk mulai memakai jilbab?
Nah, para ibu, sebaiknya anda mulai mengenalkan jilbab kepada putri anda sedini mungkin. Agar terbiasa dan kelak jika sudah mulai tumbuh dewasa, mereka akan terbiasa dengan jilbab.Bertahap, mulai balita sampai putri anda makin bertumbuh dewasa. Jadi intinya, sedini mungkin. Latih mereka mengenakan pakaian panjang, terus kerudung dan tentu saja jilbab.

2. Bahan pakaian seperti apa yang harus dipilih?
Nah ibu, anak-anak tentu saja benci dengan yang namanya panas, gerah, ribet dan lain-lainnya. Sebagai orang tua anda harus mengakalinya. Yaitu dengan cara memilihkan bahan pakaian yang baik dan bagus untuk mereka. Anda pilihkan bahan yang menyerap keringat. Jika putri anda tergolong anak yang aktif, anda bisa memilih bahan kaos atau katun yang lebih bisa menyerap keringat. Jadi, anak anda tidak akan kepanasan ketika mereka sedang asyik bermain.

3. Model pakaian seperti apa?
Anak-anak termasuk anak anda tidak suka ribet. Sebaiknya, pilih model pakaian yang sederhana saja. Misalnya dengan memilih jilbab instan dan baju terusan panjang atau busana muslim dua potong. Pilih dengan warna favorit anak anda, akan sangat bagus dan menyenangkan juga bila Anda bisa memilih baju muslim dengan pola yang benar-benar disukai anak-anak Anda.

4. Sekolahkan di sekolah Islam
Di sekolah Islam, memakai jilbab adalah wajib, sejak TK, SD, SMP hingga SMA. Anak akan mendapatkan teladan menutup aurat dari guru, kakak kelas dan teman-teman sebayanya. Akan sangat tepat jika sejak TK hingga SMA, sang anak dipilihkan sekolah Islam.

5. Setiap keluar rumah, usahakan putri anda selalu berjilbab
Sebagai orang tua, anda harus memberikan pengertian dan pengarahan kepada putri anda. Bahwa keluar rumah dan di dalam rumah itu pakaian yang dikenakan berbeda. Kalau keluar rumah, pakai pakaian muslimah dan berjilbab, kalau waktu di rumah boleh melepas jilbab. Tetapi usahakan selalu mengenakan jilbab dan pakaian muslimah baik ketika sedang ada di rumah maupun ketika sedang keluar rumah. Usahakan pola hidup seperti ini diterapkan kepada mereka sedini mungkin.

6. Berikan pujian
Semua anak, termasuk putri anda, akan sangat bangga dan senang bila mereka mendapatkan pujian. Ketika mereka mau mengenakan pakaian muslimah dan jilbab, puji mereka dengan kata-kata yang manis dan menyenangkan. "Wah, cantiknya anak bunda kalau berjilbab begini"..dan pujian-pujian yang baik lainnya.

7. Beri pengarahan sesuai usianya
Setiap anak pasti akan semakin bertumbuh besar dan dewasa. Berikanlah pengarahan sesuai porsi usia anak anda. Ketika masih TK, arahkan sesuai usia anak-anak TK, naik lagi ketika mereka menginjak SD, berikan pengarahan lagi yang lebih intens mengenai mengapa mereka ke sekolah harus memakai jilbab, sewaktu naik ke jenjang SMP, berikan lagi pengarahan yang lebih mendalam kepada mereka dan seterusnya sampai mereka menginjak dewasa. Secara kontinyu anda tetap harus memberikan sebuah pengarahan kepada mereka agar konsisten dan menyadari pentingnya berjilbab bagi muslimah.

(Abdul Fatah, S.Pd, diramu dari berbagai sumber)

 

Artikel ini disimpan dalam koleksi materi parenting di www.mutiararahmah.com.

Kembali ke atas | www.mutiararahmah.com