CEGAH ANAK DIDIK
JENUH BELAJAR DI KELAS


Sebagai pengajar, kita kadang menjumpai anak-anak didik saya terlihat  lesu atau bahkan tidak konsentrasi dalam belajar. Sehingga dampak yang paling buruk adalah anak-anak malah mengobrol bersama temannya atau bermain seenaknya sendiri. Mungkin sebagai pengajar anda juga pernah mengalami hal demikian. Apa langkah kita selanjutnya apabila kita menjumpai anak didik kita terlihat bosan dan malas belajar?

1. Metode belajar sambil bermain

Mungkin kita terlalu banyak memberikan materi pelajaran yang terlalu serius. Menggunakan metode belajar sambil bermain adalah suatu hal yang mudah untuk diterapkan. Misalnya mengajarkan keanekaragaman budaya dengan bermain puzzle.


2. Ubah posisi tempat duduk

Anak-anak memang pribadi yang cepat bosan. Apalagi bila mereka duduk di tempat yang itu-itu saja. Kita bisa mengubah posisi tempat duduk tiap anak setiap minggu atau setiap dua minggu, supaya anak bisa akrab tidak hanya dengan teman yang itu-itu saja, malainkan dengan setiap anak. Kita juga bisa mengubah posisi tempat duduk. Tidak hanya melulu anak harus menghadap papan tulis, kadang kita juga bisa mengubah formasi tempat  duduk menjadi sebuah lingkaran dan kita mengajar di tengah, kadang hanya memakai karpet, dan masih banyak lagi.


3. Adakan kegiatan outdoor

Kegiatan outdoor ini tidak melulu hanya bermain-main di luar kelas lho. Alangkah lebih baik bila kita juga sudah menyiapkan sebuah materi pelajaran yang menarik buat anak-anak. Misalnya mengenal jenis-jenis daun atau mengenal kenampakan alam disekitar sekolah


4. Belajar sambil bernyanyi

Kegiatan bernyanyi memang sangat diminati oleh anak-anak. Sebelum memulai memberikan materi, alangkah lebih baik bila kita mengajak anak-anak untuk bernyanyi terlebih dahulu. Lagu bisa berfungsi ganda. Yaitu bisa membangkitkan mood anak-anak, dan sebagai reminder. Remider yang saya maksud adalah agar anak-anak bisa lebih mudah dalam menyerap materi ilmu yang akan kita berikan, dan agar anak-anak lebih mudah mengingat materi pelajaran yang telah kita berikan (setelah selesai mengaja, anak-anak menjadi lebih mudah mengingatnya kembali).

5. Belajar sambil mendongeng

Mendongeng tidak hanya berfungsi sebagai peningkat kecerdasan imajinasi anak, namun dengan mendongeng, ternyata kita juga bisa memberikan suatu materi pelajaran. Misalnya pada saat kita mendongeng tentang seorang Tsalabah yang Tamak, kita bisa menyelipkan materi pelajaran pendidikan karakter anak serta perwatakan tokoh. 

6. Belajar sambil menari / bergerak

Sambil menari pun kita bisa mengajar anak-anak lho…. Misalnya dengan lagu ini: BIG, BIG, BIG. Nah… Dengan lagu ini, anak-anak tidak hanya bisa menari atau bergerak, tapi juga bisa belajar pengenalan nama hewan, lawan kata, dan belajar kata kerja dalam Bahasa Inggris.

7. Menggambar / mewarnai sambil belajar

Misalnya ketika belajar bahasa Inggris materi clothes and colour  Kita menyiapkan kopian gambar-gambar clothes, lalu meminta anak untuk mewarnai dengan warna yang kita tentukan (kita menggunakan bahasa Inggris ketika menyebutkan warna yang kita tentukan)

8. Menghafal kata sambil bertepuk tangan

Dengan bertepuk tangan kita tidak hanya bisa meningkatkan kecerdasan motorik anak, namun juga bisa mentrasnfer ilmu. Misalnya pengetahuan seputar uang,

Uang prok prok prok uang pembayaran yang sah

Dicetak prok prok prok perum peruri

Diedarkan Bank Indonesia

Jenisnya prok prok prok kartal giral

Uang kartal prok prok prok kertas` logam

Uang giral prok prok prok kartu debit kredit

Uang uang yessssss ... !

 
9. Free  Time

Mungkin karena terlalu banyak kegitan yang kita buat untuk anak-anak, anak-anak menjadi malas belajar. Free Time atau waktu bebas juga sangat penting lho… Hal ini dilakukan agar anak-anak bisa merasa “bebas” dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk bereksplorasi secara bebas, dan mencegah ketegangan. Free time bisa dilakukan di dalam ruangan (bermain make a match ) ataupun di luar ruangan (bermain perbandingan berat dengan jungkat jungkit). 
 

Oleh : Ika Puspitasari, S.Pd

 

Artikel ini disimpan dalam koleksi materi parenting di www.mutiararahmah.com.

Kembali ke atas | www.mutiararahmah.com