Antara Penghargaan dan Hukuman

Proses pembelajaran di sekolah merupakan upaya untuk mengembangkan kepribadian anak dan ini semua merupakan tanggung jawab semua pihak. Guru mempunyai peran penting dalam menumbuhkan motivasi, minat dan disiplin dalam siswa. Keberhasilan kita sebagai seorang pendidik tidaklah bersandar pada hukuman fisik. Bahkan hal itu bias dilakukan seminimal mungkin. Seharusnya penghargaan lebih dikedepankan daripada pemberian hukuman, karena hal ini akan memotivasi anak untuk belajar serta memotivasi anak untuk mendapat tambahan pendidikan dan pengajaran.

Berbeda dengan hukuman, hukuman akan meninggalkan pengaruh buruk kepada si anak yang akhirnya justru menjadi penghalang baginya untuk memahami dan mencerna ilmu yang diberikan. Selain itu juga akan mengubur optimisme dan keberaniannya. Betapa banyak yang terjadi pada siswa yang meninggalkan sekolahnya karena melihat berbagai macam kekerasan dan kedzaliman yang dilakukan oleh gurunya.

Karena itu alangkah baiknya kita dahulukan untuk memberikan penghargaan sebelum memberikan hukuman, karena sebenarnya inilah asalnya.

Berbagai bentuk penghargaan :

  1. Pujian

Sewajarnya kita memuji anak bila melihatnya berprilaku baik atau bersungguh- sungguh. Ucapan-ucapan baik sebagai suatu jenis penghargaan seorang guru kepada muridnya sebagai motivasi dan hal ini akan mendorongnya untuk mencitai orang yang mendidik dan berusaha untuk mengikuti pelajaran dan anak akan mencontoh agar memperoleh pujian juga.

  1. Penghargaan secara materi

Pada umumnya anak memiliki tabiat menyukai pemberian hadiah. Anak yang rajin, berakhlak mulia, shalat dan berbuat baik akan merasa senang apabila diberi hadiah

  1. Doa

Semestinya pula kita doakan anak-anak didik kita dengan doa yang baik.

  1. Menuliskan namanya di papan

Memasang nama-nama anak yang telah terseleksi sebagai siswa teladan dan siswa ternakal di sebuah papan pengumuman sebagai motivasi anak untuk menjadi lebih baik

  1. Menunjukkan kebaikannya

Ketika anak mampu menerangkan sesuatu misalnya, hafalan atau dapat menyelesaikan sesuatu, maka hendaknya seorang guru memberikan pujian dan semangat lagi.

  1. Menganggap diri kita sebagian dari mereka
  2. Nasihat

Memberikan nasihat kepada anak merupakan bentuk penghargaan yang mendidik dan membuat anak untuk lebih termotivasi

  1. Membantu anak yang kekurangan

Sebaiknya pendidik menyeleksi siswa-siswi  yang pandai dan kurang pandai, kemudian membuat kelompok yang dicampur antara siswa yang pandai dan yang kurang pandai, sehingga yang pandai dapat membantu temannya yang kurang pandai memahami materi pelajaran.

 

Jika anak tetap tidak dapat dididik dengan cara penghargaan maka dapat dilakukan dengan hukuman yang mendidik sehingga membuat mereka bosan dan tidak mengulanginya lagi. Contohnya, menghafal surah dengan 40 ayat, menulis ayat Al-Qur’an dan terjemahnya, menghafal perkalian atau pembagian, mengerjakan soal tambahan atau membersihkan sekolah.

 

Semoga anak didik kita menjadi orang yang berhasil dan selalu termotivasi untuk belajar mengejar cita-cita dengan cara mendidik yang baik.

(Dwi Rachmawati)

 

Artikel ini disimpan dalam koleksi materi parenting di www.mutiararahmah.com.

Kembali ke atas | www.mutiararahmah.com